Minggu, 30 Januari 2011

back To Ganesa10

Sesudah kurang lebih cuti 2 tahun cuti dari kampus itb, panggilan untuk melanjutkan petualangan terjawab sudah setelah pencetakan kartu mahasiswa pasca sarjana yang tampak dibuat tidak serius. Program yang saya ikuti ini merupakan program baru yang diberi nama GREAT kepanjangan dari Graduate Research on Earthquake and Active Tectonics.

Sebagai angkatan perintis sudah pasti banyak kekurangan dalam proses administrasi perkuliahan, namun tampaknya semangat untuk mengikuti program ini lebih besar dibandingkan segala kekurangan proses-proses diawalnya. Sesuai judulnya maka bidang studi di program ini lebih fokus mengenai gempa bumi dan tektonik aktif, staff pengajarnya merupakan kolaborasi dari disiplin ilmu yang terkait dengan program ini, seperti ilmu seismologi, geodesi, geologi, dan teknik sipil. Untuk lebih lengkapnya silahkan anda untuk mengunjungi link ini 'GREAT FITB'

Sayangnya program ini hanya disediakan untuk mahasiswa pasca sarjana. Bagi anda yang tertarik untuk mempelajari keunikan dan kelakuan bumi ini maka program ini merupakan wadah yang tepat untuk anda tempati dan satu hal lagi bahwa biaya perkuliahan ditanggung oleh itb bekerjasama dengan pemerintah australia melalui AUSAID/AIFDR artinya untuk kuliah di program ini anda tidak perlu mengeluarkan biaya, sangat menarik bukan.

Selasa, 19 Agustus 2008

sepekan di dompu

Gempa yang terjadi di wilayah kabupaten dompu, nusa tenggara barat,pada hari kamis 7 Agustus 2008, merusak sedikitnya 533 bangunan akibat goncangan gempa berkekuatan 6.6 skala ritcher. Lima hari setelah kejadian gempa tersebut, team survey dari Asuransi MAIPARK Indonesia melakukan penelitian selama 5 hari di wilayah kabupaten dompu yang mengalami kerusakan berat yaitu di Desa Calabai, Desa Nanggamiro, Desa Kadindi, Desa Tambora, dan di beberapa dusun di Kecamatan Pekat.


Dari pengamatan di lapangan, warga yang semula tidak pulang
ke rumah karena panik dan ketakutan akan terjadinya gempa
susulan kini sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, mereka mendirikan tenda di depan rumah masing-masing dan lebih memilih tinggal di tenda daripada masuk ke dalam rumah pada malam hari.

setelah sehari kami meninggalkan kabupaten dompu, gempa berkekuatan 5,6 skala Richter terjadi di perairan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin, (18/7) pukul 03.54 WIB. Gempa berpusat di laut, yakni pada 91 kilometer tenggara Raba, NTB.

Badan Meteorologi dan Geofisika menyebutkan, guncangan berlokasi pada 9,24 derajat Lintang Selatan hingga 119,04 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa bisa dirasakan di Kabupaten Dompu dan Waingapu. Jalur transportasi ke desa tersebut ditempuh selama 6 jam dari Bandar Udara Salahuddin BIMA, sebagian besar jalan yang dilewati rusak, akibatnya penyaluran bantuan juga ikut terhambat, sehingga banyak warga yang belum mendapatkan bantuan.